Kalender

Last month July 2014 Next month
M T W T F S S
week 27 1 2 3 4 5 6
week 28 7 8 9 10 11 12 13
week 29 14 15 16 17 18 19 20
week 30 21 22 23 24 25 26 27
week 31 28 29 30 31

Jajak Pendapat

Apa yang menurut anda yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan Mutu sekolah ?
 

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini200
mod_vvisit_counterKemarin306
mod_vvisit_counterMinggu Ini912
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1305
mod_vvisit_counterBulan Ini7404
mod_vvisit_counterBulan Lalu6745
mod_vvisit_counter0162677

Banner

Wilujeng Sumping

BIDANG KURIKULUM

Wakasek Bidang Urusan Kurikulum

(Asep Yadi Supriyadi, S.Pd. M.M)

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM SMA NEGERI 1 SINGAPARNA

A.Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII. Struktur kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna disusun berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan standar kompetensi mata pelajaran.

Pada tahun pelajaran 2013/2014, untuk kelas X menggunakan struktur kurikulum 2013 dimana peminatan (dulu penjurusan) dilaksanakan di kelas X, sedangkan kelas XI dan XII menggunakan struktur kurikulum tahun 2006 (KTSP) dengan memanfaatkan 4 jam tambahan untuk mata pelajaran tertentu. Sehingga struktur kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna untuk tahun pelajaran 2013/2014, jumlah jam pembelajarannya menjadi 44 jam pembelajaran per minggu. Mulai tahun pelajaran 2012/2013 ditambah lagi 1 jam pembelajaran untuk Muatan Lokal Kitab Kuning sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Nomor 421.2/2891/Disdik/2012  mengacu pada Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya.

Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna selengkapnya disajikan pada tabel berikut:

Tabel 1. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna untuk kelas X (Kurikulum 2013)

Komponen

Alokasi Waktu

Keterangan

MIPA

SOSIAL

A. Mata Pelajaran Kelompok Wajib A

 

 

 

  1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti

3

3

 

  1. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

2

2

 

  1. Bahasa Indonesia

4

4

 

  1. Matematika

4

4

 

  1. Sejarah Indonesia

2

2

 

  1. Bahasa Inggris

2

2

 

B. Kelompok Wajib B

 

 

 

  1. Seni Budaya (Termasuk Mulok)

3

3

 

  1. Prakarya dan Kewirausahaan

2

2

 

  1. Penjas Orkes

2

2

 

  1. Bahasa Sunda (Mulok)

2

2

 

C. Mata Pelajaran Peminatan

 

 

 

  1. Matematika

3

-

 

  1. Biologi

3

-

 

  1. Fisika

3

-

 

  1. Kimia

3

-

 

  1. Geografi

-

3

 

  1. Sejarah

-

3

 

  1. Sosiologi & Antropologi

-

3

 

  1. Ekonomi

-

3

 

  1. D. Pilihan Lintas Minat

6

6

 

E. Pengembangan Diri

(2)*

(2)*

 

Jumlah

45

45


(2)* Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 2. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna kelas XI IPA  dan kelas XII IPA.

Komponen

Alokasi Waktu

Keterangan

Sem. 3

Sem. 4

Sem. 5

Sem. 6

A. Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

  1. Pendidikan Agama

2

2

2

2

 

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

 

  1. Bahasa Indonesia

4

4

4

4

 

  1. Bahasa Inggris

4

4

4

4

 

  1. Matematika

5

5

5

5

S.I= 4 jam

  1. Fisika

5

5

5

5

S.I= 4 jam

  1. Kimia

5

5

5

5

S.I= 4 jam

  1. Biologi

5

5

5

5

S.I= 4 jam

  1. Sejarah

1

1

1

1

 

  1. Seni Budaya

2

2

2

2

 

  1. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

2

2

2

2

 

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

2

 

  1. Keterampilan Bahasa Asing (Arab)

2

2

2

2

 

B. Muatan Lokal

 

 

 

 

 

  1. Bahasa Sunda

2

2

2

2

 

  1. Kitab Kuning

1

1

1

1

 

  1. C. BK

1

1

1

1

 

D.  Pengembangan Diri

(2)*

(2)*

(2)*

(2)*

 

Jumlah

45

45

45

45

(2)* Ekuivalen 2 jam pembelajaran

Tabel 3. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Singaparna kelas XI IPS dan kelas XII IPS.

Komponen

Alokasi Waktu

Keterangan

Sem. 3

Sem. 4

Sem. 5

Sem. 6

A. Mata Pelajaran

 

 

 

 

 

  1. Pendidikan Agama

2

2

2

2

 

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

 

  1. Bahasa Indonesia

4

4

4

4

 

  1. Bahasa Inggris

5

5

5

5

S.I = 4 jam

  1. Matematika

4

4

4

4

 

  1. Sejarah

3

3

3

3

 

  1. Geografi

4

4

4

4

S.I = 3 jam

  1. Ekonomi

5

5

5

5

S.I = 4 jam

  1. Sosiologi

4

4

4

4

S.I = 3 jam

  1. Seni Budaya

2

2

2

2

 

  1. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

2

2

2

2

 

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

2

 

  1. Keterampilan Bahasa Asing (Arab)

2

2

2

2

 

B. Muatan Lokal

 

 

 

 

 

  1. Bahasa Sunda

2

2

2

2

 

  1. Kitab Kuning

1

1

1

1

 

C. BK

1

1

1

1

 

D. Pengembangan diri

(2)*

(2)*

(2)*

(2)*

 

Jumlah

45

45

45

45

(2)* Ekuivalen 2 jam pembelajaran

B. Muatan Kurikulum

1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran di SMA Negeri 1 Singaparna kabupaten Tasikmalaya beserta alokasi waktu untuk masing-masing kelas tercantum pada struktur kurikulum. Mata pelajaran tersebut harus ditempuh oleh peserta didik di SMA Negeri 1 Singaparna selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII.

Pengorganisasian kelas pada  SMA Negeri 1 Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu :

a. Kelas X  yang menggunakan kurikulum 2013 membuka 2 peminatan yaitu MIPA dan Sosial.

b. Kelas XI IPA dan  XII IPA merupakan program penjurusan program studi IPA.

c. Kelas XI IPS dan  XII IPS merupakan program penjurusan program studi IPS.

 

Kurikulum Kelas X  yang menggunakan kurikulum 2013 menyediakan 2 peminatan yaitu MIPA dan Sosial terdiri dari 6 mata pelajaran Wajib A, 4 mata pelajaran wajib B, 4 mata pelajaran peminatan, dan 2 mata pelajaran pilihan lintas minat. (Tercantum dalam struktur kurikulum table 1).

Kurikulum kelas XI IPA dan Kelas XII IPA  terdiri dari 13 mata pelajaran paket, ditambah 3 mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri. (Tercantum dalam struktur kurikulum table 2).

Kurikulum kelas XI IPS dan kelas XII IPS terdiri dari 13 mata pelajaran paket, ditambah 3 mata pelajaran muatan lokal dan pengembangan diri. (Tercantum dalam struktur kurikulum table 3).

2. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan potensi dan ciri khas daerah termasuk keunggulan daerah.

Jenis Muatan Lokal yang dikembangkan di sekolah, untuk daerah Jawa Barat telah dikeluarkan SK Gubernur Jawa Barat nomor : 423/Kep.674-Disdik/2006 tentang standar kompetensi dasar serta panduan penyusunan kurikulum mata pelajaran bahasa Sunda dan sastra Sunda. Mulai tahun pelajaran 2012/2013 akan ditambah lagi 1 jam pembelajaran untuk Muatan Lokal Kitab Kuning sesuai dengan Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Nomor 421.2/2891/Disdik/2012  mengacu pada Peraturan Bupati Tasikmalaya Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya.

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian dari isi kurikulum sekolah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan layanan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan wadah yang disediakan oleh satuan pendidikan untuk menyalurkan minat, bakat, hobi, kepribadian, dan kreativitas peserta didik yang dapat dijadikan sebagai alat untuk mendeteksi talenta peserta didik.

Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi, dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah.

Jenis-jenis pengembangan diri yang dikembangkan di SMA Negeri 1 Singaparna dibagi kedalam beberapa bidang sebagai berikut:

a.  Bidang Pengembangan IPTEK

1). Kelompok Pembinaan OSN (Olimpiade Sains Nasional), yang meliputi:

- Kelompok / Study Club Matematika

- Kelompok / Study Club Fisika

- Kelompok / Study Club Kimia

- Kelompok / Study Club Biologi

- Kelompok / Study Club Astronomi

- Kelompok / Study Club TIK

- Kelompok / Study Club Ekonomi

- Kelompok / Study Club Kebumian

- Kelompok / Study Club Geografi

2). Kelompok Bahasa Inggris

3). Kelompok KIR

 

b. Bidang Olah Raga

1). Kelompok Bola Basket

2). Kelompok Sepak Bola

3). Kelompok Footsal

4). Kelompok Voli Ball

5). Kelompok Karate (BKC)

6). Kelompok Perisai Diri

7). Kelompok Bulu Tangkis

c. Bidang Seni

1). Kelompok Seni Musik

2). Kelompok Seni Rupa

3). Kelompok Theater

4). Kelompok Karawitan

5). Kelompok Seni Tari

d. Bidang Pembinaan Akhlak, Sosial, dan Kemasyarakatan

1). Kelompok Ikatan Remaja Masjid (IREMA)

2). Kelompok PMR

3). Kelompok Pramuka

4) Kelompok Paskibra

5).Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

Untuk menentukan pilihannya, peserta didik diberikan angket pilihan jenis ekstra kurikuler /pengembangan diri yang disediakan oleh sekolah. Peserta didik boleh memilih lebih dari satu pilihan asalkan waktu pelaksanaan kegiatan pengembangan diri yang dipilih peserta didik tidak bersamaan.

Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran selesai yaitu pada siang/ sore hari (Program dan jumlah peserta ada pada Pembina masing-masing kegiatan pengembangan diri/ ekstra kurikuler).

 

4. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yaitu sistem paket. Sistem paket yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan bahan ajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku di SMA Negeri 1 Singaparna.

Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran. Beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peseta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Alokasi Waktu untuk Tatap Muka (TM), Penugasan Tersetruktur (PT), dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) adalah 0 % sampai 60 % dari waktu kegiatan tatap muka per-minggu.

Uraian tentang jumlah minggu efektif per tahun tercantum dalam kalender pendidikan, sedangkan jumlah jam pelajaran pertahun untuk setiap mata pelajaran dijelaskan dalam program tahunan setiap mata pelajaran.

 

5. Ketuntasan Belajar

Kriterian ketuntasan belajar minimal di SMA Negeri 1 Singaparna ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran berkoordinasi dengan ketua MGMP sekolah. Kriteria ketuntasan belajar minimal ini akan ditingkatkan secara berkelanjutan sehingga mencapai kriteria ideal untuk sebuah ketuntasan.

Penentuan kriteria ketuntasan minimal mengacu kepada tiga aspek,yaitu:

1.  Kompleksitas Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

2.  Intake Siswa (kemampuan rata-rata peserta didik)

3.  Kemampuan sarana dan prasarana pendukung

 

Tabel 6. KKM Kelas X

KOMPONEN

Kriteria Ketuntasan Minimal

Semester 1

Semester 2

  1. A. MATA PELAJARAN

  1. Pendidikan Agama

 

78

 

78

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

78

78

  1. Bahasa  Indonesia

77

77

  1. Bahasa Inggris

76

76

  1. Matematika

76

76

6.   Fisika

76

76

7.   Biologi

76

76

8.   Kimia

76

76

9.  Sejarah

77

77

10. Geografi

76

76

11. Ekonomi

76

76

12. Sosiologi

77

77

13. Seni Budaya

77

77

14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

76

76

15. Prakarya dan Kewirausahaan

76

76

16.Bahasa Sunda

77

77

 

Tabel 7. KKM Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

KOMPONEN

Kriteria Ketuntasan Minimal

Kelas XI

Kelas XII

Sem. 3

Sem. 4

Sem. 5

Sem. 6

A.  MATA PELAJARAN

1. Pendidikan Agama

 

79

 

79

 

80

 

80

2. Pendidikan Kewarganegaraan

79

79

80

80

3. Bahasa Indonesia

78

78

79

79

4. Bahasa Inggris

77

77

78

78

5. Matematika

77

77

78

78

6. Fisika

77

77

78

78

7. Kimia

77

77

78

78

8. Biologi

77

77

78

78

9. Sejarah

77

77

78

78

10. Seni Budaya

78

78

79

79

11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

77

77

78

78

12. Teknologi Informasi dan Komunikasi

77

 

77

78

 

78

13. Bahasa Arab

77

77

78

78

  1. B. MUATAN LOKAL :

1.  Bahasa Sunda

2.  Kitab Kuning

 

78

79

 

 

78

79

 

 

79

80

 

 

79

80

 

Tabel 8. KKM Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

KOMPONEN

Kriteria Ketuntasan Minimal

Kelas XI

Kelas XII

Sem. 3

Sem. 4

Sem. 5

Sem. 6

A. MATA PELAJARAN

1. Pendidikan Agama

 

79

 

79

 

80

 

80

2. Pendidikan Kewarganegaraan

79

79

80

80

3. Bahasa Indonesia

78

78

79

79

4. Bahasa Inggris

77

77

78

78

5. Matematika

77

77

78

78

6. Sejarah

78

78

79

79

7. Geografi

77

77

78

78

8. Ekonomi

77

77

78

78

9. Sosiologi

78

78

79

79

10. Seni Budaya

77

77

77

77

11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

77

77

78

78

12. Teknologi Informasi dan Komunikasi

77

77

78

78

13. Bahasa Arab

77

77

78

78

B. MUATAN LOKAL:

1. Bahasa Sunda

3. Kitab Kuning

 

78

79

 

 

78

79

 

 

79

80

 

 

79

80

 

 

Ketuntasan belajar setiap indikator dalam setiap Kompetensi Dasar dengan rentang angka 0 – 100. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) di SMA Negeri 1 Singaparna untuk setiap mata pelajaran dibuat pada awal semester dan dijadikan dasar untuk penentuan KKM semester berikutnya. Diharapkan kriteria ketuntasan minimal terus meningkat untuk mencapai KKM ideal (100%).

 

6. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1).Kenaikan Kelas

a. Waktu Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada akhir tahun dengan memperhatikan kriteria kenaikan kelas dan diputuskan melalui keputusan rapat dewan guru.

b. Kriteria Kenaikan Kelas

1)  Kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal 90 % dari total kehadiran seluruhnya.

2)  Menunjukan sikap, prilaku, dan budi pekerti yang baik.

3)  Tidak terlibat tindak kriminal.

4)  Tidak terlibat narkoba dan perkelahian.

5)  Tidak melawan guru dan tenaga kependidikan lainnya, baik secara fisik maupun non-fisik.

6) Siswa kelas X dinyatakan naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan memiliki nilai semua mata pelajaran sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau memiliki nilai yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran.

7) Siswa kelas XI dinyatakan naik ke kelas XII, apabila siswa yang bersangkutan memiliki nilai semua mata pelajaran sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau memiliki nilai yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program studi, yaitu:

-Program studi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) : tidak boleh memiliki nilai    yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi.

-Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) : tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.

c. Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar Siswa

Untuk mengumpulkan dan mengolah informasi dalam menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik dan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik dari kelas X ke kelas XI atau dari kelas XI ke kelas XII di SMA Negeri 1 Singaparan, pendidik dan satuan pendidikan melakukan penilaian terhadap peserta didik. Penilaian tersebut diberikan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.

 

d. Mekanisme dan Prosedur Pelaporan Hasil Belajar.

Nilai laporan hasil belajar per semester merupakan nilai komulatif dari hasil pencapaian standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) selama peserta didik mengikuti pembelajaran pada semester yang terkait, yang diperoleh melaui ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas (untuk semester genap) termasuk hasil remedial.

SMA Negeri 1 Singaparna membuat laporan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada akhir semester dalam bentuk buku laporan hasil belajar (rapor), dan menyampaikan laporan dimaksud kepada orang tua / wali peserta didik. Penentuan nilai pada buku laporan hasil belajar (rapor) untuk setiap mata pelajaran ditentukan dengan menggunakan rumus: NR = 2NH+UTS+UAS/UKK dibagi 4. NR= Nilai Rapor, NH= Nilai Rata-Rata Ulangan Harian, UTS= Nilai Ulangan Tengah Semester, UAS= Nilai Ulangan Akhir Semester, UKK= Nilai Ulangan Kenaikan Kelas.

 

Laporan hasil belajar (rapor) berupa buku yang didalamnya mencakup: 1) identitas peserta didik, 2) format nilai hasil belajar peserta didik, 3) format kecakapan kompetensi peserta didik, 4) program pengembangan diri, 5) akhlak mulia dan kepribadian, 6) ketidakhadiran, 7) catatan wali kelas, 8) keterangan pindah sekolah, dan 9) catatan prestasi peserta didik.

 

e. Pelaksanaan Program Remedial dan Pengayaan

Pembelajaran remedial pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang mengalami kesulitan atau kelambatan belajar. Pemberian pembelajaran remedial meliputi dua langkah pokok, yaitu pertama mendiagnosis kesulitan belajar, dan kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran remedial yang diakhiri dengan tes. Teknik yang digunakan untuk mendiagnosis kesulitan belajar antara lain: tes prasyarat (prasyarat pengetahuan, prasyarat keterampilan), tes diagnostic, wawancara, pengamatan, dan sebagainya. Bentuk-bentuk kesulitan belajar peserta didik adalah:

1). Kesulitan belajar ringan biasanya dijumpai pada pesrta didik yang kurang perhatian saat mengikuti pelajaran;

2). Kesulitan belajar sedang dijumpai pada peserta didik yang mengalami gangguan belajar yang berasal dari luar diri peserta didik, misalnya faktor keluarga, lingkungan tempat tinggal, pergaulan, dan sebagainya.

3). Kesulitan belajar berat dijumpai pada peserta didik yang mengalami ketunaan pada diri mereka, misalnya tuna rungu, tuna netra, tuna daksa, dan sebagainya.

Bentuk pelaksanaan pembelajaran remedial:

1). Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 50%.

2). Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan jika jumlah peserta didik yang mengikuti remedial maksimal 20%.

3). Pemberian tugas-tugas kelompok jika jumlah peserta yang mengikuti remedial lebih dari 20% tetapi kurang dari 50%.

4). Pemanfaatan tutor teman sebaya.

Semua pembelajaran remedial diakhiri dengan tes ulang. Pembelajaran remedial dan tes ulang dilaksanakan di luar jam tatap muka. Nilai akhir dari hasil remedial adalah sesuai dengan nilai KKM.

Pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya. Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan sebagainya.

Identifikasi kemampuan belajar berdasarkan jenis serta tingkat kelebihan belajar peserta didik misalnya belajar lebih cepat, menyimpan informasi lebih mudah, keingintahuan lebih tinggi, berpikir mandiri, superior dan berpikir abstrak, memiliki banyak minat. Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik  dapat dilakukan antara lain melalui: tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dan sebagainya. Pelaksanaan pemberian pengayaan dapat dilakukan dengan cara:

1). Belajar Kelompok

2). Belajar mandiri

3). Pembelajaran berbasis tema

4). Percepatan dan akselerasi

Pemberian pembelajaran pengayaan hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik atau merupakan pendalaman dari kompetensi/materi secara umum. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing. Pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan dengan kegiatan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan tidak berpengaruh pada nilai.

 

2).Kelulusan

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah RI nomor 19 tahun 2005 pasal 72 ayat 1, peserta didik dinyatakan lulus setelah :

a.  menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

b.  memperoleh nilai minimal baik (nilai KKM) pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan ;

c.   lulus ujian sekolah;

d.  lulus ujian nasional;

e.  tidak melanggar peraturan/ tata tertib sekolah.

SMA Negeri 1 Singaparna menyelenggarakan ujian nasional dan ujian sekolah dan menentukan kelulusan peserta didik  dari ujian nasional/ujian sekolah sesuai dengan POS (prosedur operasi standar) ujian nasional/ujian sekolah bagi satuan pendidikan penyelenggara UN. Ujian Nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman, jujur, dan adil.

Pada tahun pelajaran 2013/2014, SMA Negeri 1 Singaparna menargetkan kelulusan peserta didik dalam ujian nasional/ujian sekolah mencapai 100% lulus dengan rata-rata nilai diatas 8,0 baik untuk program IPA maupun program IPS.

SMA Negeri 1 Singaparna dalam upaya meningkatkan kualitas lulusan melaksanakan program-program antara lain:

1). Pemberian jam pembelajaran tambahan bagi peserta didik kelas XII yang akan mengikuti ujian nasional/ujian sekolah.

2). Bekerjasama dengan Balai Bahasa UPI Bandung, menyelenggarakan tes bahasa Inggris PTESOL (tes bahasa Inggris setara TOEFL) bagi siswa kelas XII dalam upaya meningkatkan dan mengukur kemampuan  bahasa Inggris.

 

Dalam mengantisipasi peserta didik yang belum lulus ujian akhir, SMA Negeri 1 Singaparna memfasilitasi peserta yang belum lulus untuk mengikuti ujian ulangan atau mengikuti ujian nasional paket C.

7. Kriteria Penjurusan/Peminatan

a. Waktu Penjurusan

1)  Penentuan penjurusan program studi Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial dilaksanakan pada akhir semester 2 kelas X.

2)  Pelaksanaan penjurusan semua program studi yaitu mulai semester 1 kelas XI.

Mulai tahun pelajaran 2013/2014, peminatan dilaksanakan pada awal masuk ke kelas X.

b. Kriteria Penjurusan

1)  Minat Siswa

Untuk mengetahui minat siswa dapat dilakukan melalui pemberian angket/kuesioner dan wawancara, atau cara lain yang dapat mendeteksi minat siswa.

2)  Nilai Akademik

Siswa yang naik ke kelas XI dan akan mengambil program studi tertentu yaitu IPA atau IPS boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program studi tersebut.

Siswa yang naik ke kelas XI dan yang bersangkutan mendapat nilai yang tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program studi yang akan diikuti oleh siswa.

Contoh :

-               Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Matematika, dan Sejarah (dua mata pelajaran ciri khas program studi IPA dan satu ciri khas program studi IPS) maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukan ke program studi bahasa. Akan tetapi, SMA Negeri 1 Singaparna pada tahun pelajaran 2013/2014 tidak membuka program studi bahasa, maka siswa seperti pada contoh ini dapat dimasukkan pada program studi IPS.

-               Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika (dua mata pelajaran ciri khas program Bahasa dan satu ciri khas program IPA) maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukan ke program studi IPS.

-               Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Inggris (dua mata pelajaran ciri khas program studi IPS dan satu mata pelajaran ciri khas program studi Bahasa) maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukan ke program studi IPA.

Perlu diperhatikan prestasi pengetahuan dan pemahaman konsep, sikap, dan praktek mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi IPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi IPS (Ekonomi, Sejarah, Geografi, dan Sosiologi).

Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud dapat dilakukan melalui program remedial yang diakhiri dengan ujian. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi tertentu lebih dari nilai program studi lainnya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program studi yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul. Apabila antara minat dan bakat  tidak cocok/tidak sesuai, maka wali kelas dengan pertimbangan guru BK dapat memutuskan program studi apa yang dapat dipilih oleh siswa, perlu juga diperhatikan minat siswa.

3)  Hasil tes Psikologi

SMA Negeri 1 Singaparna telah mengadakan kerjasama dengan lembaga layanan tes psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bagi peserta didik untuk mengetahui tingkat kecerdasan (IQ), pengambilan program studi yang sesuai, serta pemilihan jurusan di perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuannya.

 

4)  Kuota Sekolah

Pada tahun pelajaran 2012/2013, rombongan belajar kelas XI SMAN 1 Singaparna menyediakan kuota 5 rombongan belajar untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 4 rombongan belajar untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

8. Mutasi Peserta Didik

a. Ketentuan Mutasi Peserta Didik Masuk

SMA Negeri 1 Singaparna akan menerima peserta didik pindahan dari sekolah lain, dengan ketentuan:

1.  Peserta didik yang akan pindah ke SMAN 1 Singaparna berasal dari SMA/MA negeri lainnya.

2.  Perpindahan peserta didik dari SMA/MA dapat dilakukan setelah memenuhi persyaratan administrative maupun seleksi lainnya.

3.  Perpindahan peserta didik hanya dapat dilakukan setelah memiliki buku Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) minimal satu semester.

4.  Mempunyai nilai LHBPD minimal nilai KKM di SMAN 1 Singaparna, atau mempunyai nilai di bawah KKM  paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran.

5.  Membawa surat persetujuan orang tua, rekomendasi dari sekolah asal, dan rekomendasi dari dinas pendidikan kabupaten/kota.

6.  Menyerahkan fotokopi Ijazah dan SKHUN SMP/MTs. yang telah dilegalisir oleh kepala sekolah

7.  Menyerahkan Surat Keterangan Sehat Jasmani dari dokter.

8.  Menyerahkan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari sekolah asal yang menyatakan tidak terlibat tindakan kriminal/kenalan remaja dan penyalahgunaan narkoba.

9.  Membuat surat pernyataan bersedia mengikuti program sekolah dan bersedia mentaati peraturan dan tata tertib peserta didik SMAN 1 Singaparna.

10.Membayar ketentuan keuangan yang ditetapkan oleh SMAN 1 Singaparna.

11.Kuota sekolah masih memungkinkan.

b. Ketentuan Mutasi Peserta Didik Keluar

SMAN 1 Singaparna akan memberikan rekomendasi mutasi siswa keluar dengan ketentuan sebagai berikut:

1.  Ada permintaan dari orangtua/wali peserta didik.

2.  Telah belajar di SMAN 1 Singaparna minimal 1 semester dan telah memiliki buku LHBPD.

3.  Telah menyelesaikan seluruh ketentuan keuangan dan ketentuan administrative lainnya yang ditetapkan oleh SMAN 1 Singaparna.

4.  Telah mengembalikan seluruh buku pinjaman dari perpustakaan SMAN 1 Singaparna.

9. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup merupakan bagian dari pendidikan semua mata pelajaran. Kecakapan hidup terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran/pengalaman belajar  dan penilaian. Kecakapan hidup mencakup kecakapan kesadaran diri, kecakapan berpikir, kecakapan sosial, dan kecakapan akademik.

a.  Prinsip umum implementasi kecakapan hidup

Implementasi pendidikan kecakapan hidup dalam proses pembelajaran dapat dilakukan secara integral pada semua mata pelajaran. Hal tersebut dapat dilakukan karena pembekalan kecakapan hidup merupakan pesan pendidikan atau “ hidden curriculum” yang keberhasilannya sangat tergantung pada cara penyampaian bukan pada materi pesannya.

Secara umum prinsip implementasi konsep kecakapan hidup adalah :

1).Menekankan pada pola pembelajaran yang mengarah pada prinsip learning to think , learning to do, learning to be, learning to live.

2).Menggunakan pendekatan pembelajaran yang fleksibel ( fleksible learning) dan pembelajaran yang menyenangkan ( enjoyable learning).

3).Pola pendekatan diarahkan kepada proses pembiasaan.

4).Perancangan pembelajaran mengacu kepada keterpaduan penguasaan personal skill, social skill, akademik skill,dan vokasional skill.

5).Perancangan strategi pembelajaran diarahkan pada prinsip cara belajar siswa aktif (CBSA) yaitu siswa sebagai subjek bukan objek.

6).Guru lebih sebagai perancang dan fasilitator untuk terjadinya proses belajar, bukan terjadinya proses mengajar.

b.  Model Pembelajaran Kecakapan Hidup dalam Proses Pembelajaran

Model pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi kecakapan hidup yang dimiliki siswa, dapat dirancang melalui penggunaan model mengajar sebagai berikut :

1).Metode kerja kelompok dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi antara sesama siswa, menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota team, kemampuan bekerja dalam team dan lain-lain.

2).Metode kasus dapat digunakan untuk menganalisa dan memecahkan persoalan yang terjadi di lingkungan siswa. Pemilihan kasus dapat diserahkan kepada siswa agar siswa lebih peka dalam mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan yang terjadi.

3).Metode eksperimen dapat digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menganalisis sesuatu, menghubungkan sebab akibat, mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada, berpikir berdasarkan fakta yang ada dan didukung oleh landasan teori yang telah ditanamkan atau diberikan melalui tanya jawab dan ceramah. Siswa diberi keleluasaan untuk melakukan percobaan yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan kecakapan akademik lebih tertanam.

4).Metode pemberian tugas dalam bentuk laporan disertai dengan presentasi di depan kelas. Metode ini dapat digunakan untuk mengasah kemampuan siswa dalam menuangkan pokok-pokok pikiran atau ide-ide yang berbentuk tulisan sekaligus mengkomunikasikannya secara lisan, mengeluarkan ide-ide atau gagasan, mendengarkan dan menghargai perbedaan pendapat dari orang lain, mengelola emosi dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dirinya dan orang lain.

5).Debat grup, metode ini dapat digunakan untuk melatih kemampuan berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat lain, tidak memaksakan kehendak pribadi, tidak emosional dalam diskusi, dan menghargai adanya perbedaan sudut pandang terhadap sesuatu.

6).Metode inquiri (penyelidikan) dan discovery (penemuan), dapat digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam mencari hubungan dengan merumuskan hipotesis, menganalisis dan menyimpulkan hasil kajian, melatih berpikir logis, serta memotivasi minat insting siswa untuk belajar melalui proses penemuan dan lain-lain.

7). Model cooperative learning dengan beberapa strategi pembelajaran.

 

10. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

SMA Negeri I Singaparna Kabupaten Tasikmalaya mengimplementasikan pendidikan berbasis keunggulan lokal dengan membekali peserta didik tatakrama, sopan santun, taat beragama, dan arif terhadap budaya lokal yang disiratkan pada setiap mata pelajaran agar peserta didik memiliki jiwa santun dan bijak akan jati diri dan lingkungannya. Mulai tahun pelajaran 2013/2014, SMAN 1 Singaparna akan membekali peserta didiknya dengan mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Sedangkan implementasi dari pendidikan berbasis keunggulan global, peserta didik dibekali juga ilmu pengetahuan dan teknologi, diberikan pula materi pelajaran tentang keterampilan berbahasa yaitu bahasa Arab.